Cara Sederhana Membedakan Breakout dan Gagal Breakout

breakout dan gagal breakout
Breakout dan Gagal Breakout

JurnalForex.com - Dalam cara analisis forex terutama analisis breakout, ada beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan untuk membedakan antara breakout dan gagal breakout. Sering kali kita tergesa-gesa untuk menyatakan harga ini telah breakout dan segera masuk market untuk mengharapakan profit. Namun yang terjadi justru harga berbalik arah dan terjadi loss karena tidak sesuai dengan prediksi.

Dalam artikel saya sebelumnya tentang tanda-tanda sinyal indikator belum valid, disitu dijelaskan beberapa hal yang mengakibatkan trader mengalami loss karena tidak sabar menunggu sinyal yang valid.

Hal yang perlu diperhatikan ketika menyatakan harga telah breakout atau belum adalah menunggu hingga candlestick tersebut betul-betul tertutup dan harga menembus garis support atau resistance.

Dari gambar diatas, kalian bisa perhatikan keterangan yang saya berikan pada candlestick gagal breakout dan breakout. Kalian bisa melihat bahwa penentu breakout atau gagal breakout adalah penutupan candlestick. Jika harga penetupan sudah menembus area resistance atau support maka harga tersebut telah breakout.

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Terjadi Breakout.

Ketika kita melihat harga telah terjadi breakout, tidak serta merta kita langsung membuka posisi, ada beberapa hal yang perlu dicermati agar tidak terjadi floating atau pembukaan harga yang kurang ideal.

Hal yang perlu diperhatikan adalah seberapa jauh harga tersebut telah menembus dari garis support atau resistance, seteleh itu lihat indikator stochastick ocsillator apakah mendukung untuk terus lanjut atau justru malah harga sudah berada diarea over sold atau over buy.

Dari contoh diatas, ketika harga telah menembus area support maka harapan kita adalah harga akan turun, namun sebaiknya lihat stochastick oscillator (9,3,3) di timeframe M30 dan M15 apakah masih mampu untuk lanjut atau justru akan kembali koreksi karena indikator stochastick di M15 dan M30 sudah berada di area oversold.

Jika stochastick ocsillator di timeframe M15 dan M30 sudah over sold maka sebaiknya menunggu sampai terjadi koreksi dan biasanya indikator stochasctick oscillator di M15 atau M30 masuk ke area over buy sehingga bisa dilakukan Sell.

Namun semua itu bisa dipahami dengan melakukan ujicoba dan latihan terlebih dahulu, dengan sering latihan maka secara insting akan automatis mengerti dimana area ideal untuk melakukan Sell.

Itu tadi beberapa catatan mengenai strategi trading di area breakout dan cara sederhana untuk membedakan area breakout atau gagal breakout, untuk selebihnya bisa kalian pelajari dengan belajar dan mencoba secara terus menerus. Selamat mencoba.