1/29/2017

Cara Trading Dengan Sinyal Death Cross Atau Golden Cross

Cara untuk trading forex menggunakan sinyal death cross maupun golden cross tentu saja harus memperhatikan beberapa rambu yang bisa menjadi batasan untuk mengurangi nilai kekeliruan. Batasan tersebut perlu diperhatikan karena sinyal death cross atau golden cross yang dihasilkan dari perpotongan indikator moving average belum mampu memberikan kondisi yang valid.

Dalam trading forex kita sudah mengenal istilah scalping, daily trading maupun swing. Untuk kasus trading menggunakan sinyal death cross maupun golden cross, teknik scalping kurang bagus apabila menggunakan sistem ini. Karena sinyal dari perpotongan indikator moving average ini lebih bersifat lamban dan lebih bagus kalau diterapkan untuk strategi daily trading atau swing.

Perpotongan indikator moving average yang dimaksudkan disini adalah perpotongan antara indikator moving average periode panjang dengan periode yang lebih pendek. Semisal dalam kasus yang akan kita bahas ini, saya menggunakan perpotongan antara Eksponensial Moving Average (EMA) 8 dan 21. Untuk nilai periode itu sendiri bisa kalian modifikasi berdasarkan pengalaman masing-masing yang penting mampu memberikan sinyal yang lebih baik.

Sebelum kita belajar tentang teknik death cross maupun golden cross. Sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu death cross dan golden cross.

  • Apa itu death cross?
  • Death cross adalah sebuah sinyal penurunan atau downtrend yang dihasilkan dari perpotongan antara moving average periode panjang dan periode pendek dengan posisi indikator moving average periode panjang berada diatas periode pendek.
  • Apa itu golden cross?
  • Golden cross adalah kebalikan dari posisi death cross yaitu perpotongan indikator moving average periode panjang dan periode pendek dengan posisi indikator moving average periode panjang berada di bawah periode pendek. Sinyal yang dihasilkan dari posisi golden cross sendiri adalah momen naik atau uptrend dari suatu pergerakan pertukaran mata uang.

    Sinyal death cross dan golden cross memang sangat mudah untuk dikenali, begitu terjadi perpotongan antara moving average periode pendek dan panjang maka momen death cross atau golden cross telah terjadi. Namun dalam kondisi real dalam trading forex sinyal tersebut kadang masih bersifat semu karena ada kemungkinan harga kembali naik atau turun sehingga sinyal yang dihasilkan kurang begitu valid.

Untuk menghindari kesalahan sinyal dari momen death cross maupun golden cross sendiri, kita bisa memakai alat bantu yaitu level-level support dan resistance untuk mempertegas arah pergerakan harga.

  • Kenapa kita butuh level tersebut?
  • Seperti kita ketahui bahwa cara kerja indikator yang ada selama ini bersifat sebagai sinyal awal atau tanda-tanda awal tentang sebuah pergerakan. Sedangkan level support dan resistance adalah sebagai pagar pembatas yang akan menjadi alat penegasan sebuah trend pergerakan harga.

    Ketika harga tidak berhasil menembus support maka harga akan kembali ke atas dan jika harga tidak berhasil menembus resistance maka harga akan kembali turun. Hal-hal inilah yang menjadi alasan kenapa sistem death cross atau golden cross ini tidak cocok untuk sistem scalping.

    Untuk lebih jelas tentang pembahasan kita kali ini, saya sudah mempersiapkan gambar khusus untuk menjelaskan kasus ini.

    cara trading forex; sinyal death cross; sinyal golden cross;
    Coba kita perhatikan sekarang pada gambar di samping, dalam gambar tersebut nila EMA 8 berwarna merah dan EMA 21 berwarna biru. Kalau kita jeli mengamati sebuah pergerakan yang terjadi, disitu terlihat bahwa momen death cross dan golden cross akan menjadi valid ketika sudah melewati level-level support maupun resistance.

    Dari gambar tersebut level support dan resistance berada pada area yang ditandai dengan munculnya lingkaran merah kecil. Coba kita perhatikan lebih detail lagi bahwa ketika harga sudah terjadi death cross maupun golden cross namun tidak berhasil menembus support maupun resistance maka sinyal tadi menjadi mentah kembali. Hal ini yang juga menjadi alasan kenapa sistem ini lebih cocok dipakai untuk daily trading maupun swing.

    Kesalahan yang sering terjadi dalam trading forex adalah memaksakan sinyal ini untuk trading dalam jangka pendek sehingga ketika harga terpantul muncul kecemasan karena takut terkena stop loss atau harga berbalik arah lebih jauh.
    Maka dari itu untuk mengurangi kesalahan dalam membaca sinyal tersebut perlu memperhatikan rambu-rambu tadi seperti support dan resistance. Kemudian karena trading ini bersifat daily trading atau swing maka kekuatan trading tersebut berada pada nila batas resiko atau stop loss.

  • Kenapa nilai stop loss yang paling penting?
  • Hal yang perlu ditekankan sebagai pemain daily trading atau swing adalah jangan terlalu memperhatikan bentuk candlestick satu demi satu ketika open posisi sudah terjadi. Karena hal tersebut akan membuat kecemasan yang luar biasa dan bisa berbuntut pada cut loss dan kerugian.

    Langkah awal yang baik adalah menentukan nilai resiko yang sudah pasti siap untuk ditanggung. Bisnis ini layaknya bisnis real yang harus mengeluarkan modal dan siap untuk rugi maupun untung. Namun tentu saja tujuan dan harapan kita tetap pada keuntungan yang lebih banyak.

    Nilai resiko tersebut bisa diatur dengan menghitung jarak antara open posisi dengan area ideal stop loss dan menyesuaikan besaran lot yang dipakai. Hal tersebut pernah saya bahas dalam mengatur sebuah money management.

  • Kemudian setelah open posisi apa yang harus kita lakukan?
  • Pertama yang harus dilakukan adalah meninggalkan layar metatrader, karena daily trading atau swing pasti membutuhkan waktu untuk setup harga dan bergerak sesuai dengan prediksi. Apabila kita tetap terpaku di layar komputer berjam-jam maka emosi atau psikologi kita akan tertekan dan akhirnya justru melakukan kesalahan yang tidak perlu. Ingat, kita sudah mengatur nilai kerugian yang siap untuk di tanggung, ini bisnis!.

    Kemudian jangan memperhatikan bentuk candlestick satu persatu dalam timeframe yang kecil semisal H1 ke bawah. Sebaiknya kita melihat dalam periode lebih lama yaitu H4 ke atas, agar analisis kita lebih akurat dalam membaca pergerakan harga.

    Perhatikan momen-momen fundamental yang berpengaruh, namun jangan terlalu panik ketika data fundamental tidak begitu menggembirakan karena sifat fundamental adalah sementara dan yang kita lakukan adalah daily trading atau swing.

    Nah, poin yang terpenting yang perlu dipahami bahwa psikologi market cenderung lebih dominan dibanding berita-berita fundamental yang bersifat sementara. Hal ini bisa dipahami bahwa psikologi market dipengaruhi oleh besar kecilnya jumlah pelaku pasar yang melakukan buy atau sell. Ketika sebagian besar melakukan buy maka harga akan naik dan sebaliknya.

    Memang betul kadang psikologi market sangat dipengaruhi oleh berita fundamental, tetapi itu dalam range waktu yang tidak terlalu lama. Sebagai contoh jika hari ini USD bagus maka EURUSD akan turun dan jika besok USD jelek maka EURUSD akan naik.

    Namun dalam kerangka waktu yang lebih lama atau cara pandang yang lebih lebar maka momen naik turun tadi menjadi bersifat sementara dan pergerakan tetap memiliki trend yang dipengaruhi oleh psikologi market dan pada titik tertentu psikologi tersebut menemukan titik jenuh sehingga harga kembali koreksi atau berbalik arah.

    Kemudian dari mana kita tahu sebagian besar pelaku pasar melakukan buy atau sell? Yaitu dengan momen break out atau tertembusnya level support atau resistance.

    Ketika support berhasil tertembus maka psikologi market sedang dominan untuk melakukan sell, dengan pengaruh ini maka orang mulai berbondong-bondong untuk ikut melakukan sell sehingga harga akan jatuh lebih dalam begitu juga sebaliknya untuk momen penembusan resistance. Hal ini yang menjadi alasan kenapa sinyal death cross dan golden cross akan lebih akurat jika dipadukan dengan sinyal break out pada level support dan resistance.

    Hal ini memang kadang sulit dipahami apalagi kalau kita sering bermain scalping, namun dengan berlatih secara swing atau daily trading, maka kita bisa lebih mengerti bagaimana trend, support dan resistance, psikologi market, fundamental itu menjadi satu kesatuan yang berpengaruh pada sebuah pergerakan harga.


Itu tadi gambaran singkat tentang cara trading menggunakan sinyal death cross maupun golden cross. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua. Selamat mencoba!



Kolom Komentar >>BukaTutup