10/27/2016

Cara Menghitung dan Menggunakan Pivot Point Dalam Trading Forex

Cara Menghitung dan Menggunakan Pivot Point Dalam Kegiatan Trading Forex Sangat Mudah. Bagi kalian yang baru saja mengenal bisnis ini, pasti akan sedikit bertanya apa itu pivot point. Untuk menjawab pertanyaan kamu itu, silahkan ikuti pembahasan kali ini.

Beberapa alat mulai dikembangkan dalam rangka untuk membuat indikator yang mampu membaca pergerakan harga dengan tepat salah satunya pivot point. Indikator ini diciptakan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang batas-batas pergerakan.

Apa itu Pivot Point?

Pivot point adalah serangkaian angka yang menunjukkan level-level support dan resistance pada pergerakan mata uang di dalam metatrader. Angka-angka tersebut diperoleh dengan menggunakan rumus tertentu dengan sumber parameter dari data history sebelumnya yaitu harga pembukaan, penutupan, harga terendah dan harga tertinggi.

Rumus Pivot Point(P) = (O + C + L + H) / 4

Ket:
O = Harga pembukaan hari kemarin
C = Harga Penutupan hari kemarin
L = Harga Terendah hari kemarin
H = Harga tertinggi hari kemarin

R1 = (P x 2) - L
R2 = (H - L) + P
S1 = (P x 2) – L
S2 = P – (H-L)


Ada beberapa trader yang melakukan modifikasi diantarnya menghitung rata-rata nilai O, C, L, H dari tiga candlestick harian sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan hasil yang lebih akurat dalam menentukan level-level support dan resistancenya.

Seperti dalam pembahasan sebelumnya:


Kita sudah belajar tentang support dan resistance, fungsi dan manfaatnya dalam trading forex. Sedikit mengulang bahwa level-level support dan resistance merupakan area dimana kebanyakan trader akan melakukan aksi jual atau beli. Area tersebut merupakan daerah yang memberikan peluang profit karena memungkinkan sebuah pergerakan akan terkoreksi atau berbalik arah.

Pentingnya support dan resistance ini, menuntut seorang trader teknikal untuk memilik alat atau indikator yang bisa dipakai untuk mendeteksinya. Maka dari itu terciptalah rumus pivot point ini untuk menjelaskan posisi-posisi support dan resistance sebuah pergerakan.

Perbedaan Pivot Point dan Fibonacci Rretracement.

Dalam metatrader sendiri sudah tersedia alat indikator yang juga mempunyai fungsi sama yaitu mencari level-level support dan resistance yaitu fibonacci retracement (FR). Apa perbedaan FR dengan Pivot point?

Perbedaan yang paling mencolok adalah rumus dalam perhitungan indikator tersebut, fobonacci retrcement berasal dari deret angka sedangkan pivot point adalah rata-rata harga pembukaan, penutupan, terendah dan tertinggi candlestick sebelumnya.

Dalam penggunaannya, fibonacci retracement lebih bersifat subjektif dan tergantung cara pandanng si pelaku trading sendiri terhadap trend yang sedang berlangsung. Sedangkan pivot point adalah rumus yang memiliki sumber data pasti dan berlaku bagi semua trader.

Cara Menggunakan Pivot Point Dalam Trading Forex.

Cara untuk menggunakan pivot point dalam trading forex sendiri tidak terlalu sulit, nilai pivot tersebut hanya berfungsi sebagai level-level support dan resistance. Sehingga garis yang dihasilkan dari pivot point hanya berfungsi sebagai area pendeteksi pembalikan harga seperti fungsi indikator lainnya yang bertujuan mencari level support dan resistance.

Dalam pivot poin ada beberapa nilai resistance dan support. Nilai itu berfungsi sebagai pembatas secara bertingkat, jika support atau resistance 1 tertembus maka batas atas atau bawah selanjutnya adalah support atau resistance 2 dan seterusnya.

Nilai tersebut tidak bersifat kaku dan mutlak, sehingga batas-batas pembalikan harga atau penembusan (break out) merupakan sebuah area yang tidak terikat pada satu titik saja. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan persepsi terhadap sebuah pergerakan.

Perkembangan Indikator Pivot Point.

Awal mula data-data pivot point harus diupdate setiap waktu dalam bentuk tabel-tabel angka untuk menunjukkan support dan resistance tertentu. Namun saat ini sudah berkembang indikator yang secara otomatis mengupdate sendiri yang bisa kalian cari di berberapa situs internet seperti mql5.com.

Keuntungan menggunakan indikator pivot point, selain mempermudah dalam melakukan analisis, kita tidak perlu repot-repot menghitung satu per satu nilai pembukaan, penutupan dan sebagainya. Kita cukup mengaktifkan indikator tersebut dalam metatrader dan pada saat terhubung dengan jaringan internet maka pivot point tersebut akan menkalkulasi sendiri.

Kemudahan-kemudahan yang diberikan saat ini tentu saja sangat mendukung sekali kemajuan dalam trading forex, namun kita juga harus hati-hati dan bersikap selektif agar tidak semua indikator yang muncul kita pakai semuanya sehingga justru membuat kebingungan sendiri dalam menentukan sikap dalam aksi jual beli mata uang.

Beberapa Kekurangan Pivot Point.

Selain memberikan kemudahan pada trader untuk melihat level-level support dan resistance, dari indikator ini ada sedikit kelemahan yaitu ketika kondisi pergerakan sedang sideway maka nilai level pivot point tersebut memiliki jarak yang sangat pendek. Sehingga sudut pandang terhadap sebuah pergerkan terkadang akan terasa sempit dan membingungkan. Maka dari itu perlu beberapa ujicoba agar bisa memanfaatkan indikator ini pada moment-moment tertentu.

Dari berbagai macam modifikasi pada indikator pivot point yang banyak tersebar di situ internet, ada beberapa berbeda dari hasil perhitungan level-level support dan resistance itu. Maka dari itu kalian harus pintar-pintar untuk melihat keakuratan data dari hasil perhitungan indikator pivot point yang kita pakai.

Itu tadi beberapa hal tentang cara menghitung dan menggunakan indikator pivot point, semoga penjalasan sedikit ini bisa bermanfaat dan menambah pemahaman kamu tentang pivot point.



Kolom Komentar >>BukaTutup