2/11/2017

Cara Melatih Psikologi Trading Forex Dengan Akun Demo

Cara melatih sebuah psikologi dalam trading forex melalui akun demo tidak hanya berbicara tentang penguasaan diri saja namun bagaimana melihat sebuah resiko dan reward dari setiap tindakan dalam trading forex.-Jurnalforex.com.

melatih psikologi; psikologi trading; trading forex;

Sering sekali kita mendengar istilah psikologi trading sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil trading. Banyak orang mengatakan kalau psikologi trading itu hanya bisa dilatih dengan akun real karena betul-betul perasaan tersebut bermain dan mempengaruhi kesalahan.

Menurut kami statement seperti itu adalah pernyataan yang menyesatkan karena cukup berbahaya bagi orang yang baru saja mengenal forex. Bagi pemula menggunakan akun real saat pertama kali belajar trading adalah sebuah tindakan yang beresiko karena bisa berdampak pada kebangkrutan pada akun yang mereka miliki.

Cara untuk membangun psikologi trading sebaiknya tetap dilakukan dengan menggunakan akun demo, terutama bagi trader pemula yang baru saja terjun ke dalam kegiatan trading.

Terus bagaimana pernyataan bahwa main di akun real dan akun demo memiliki pengaruh tekanan psikologi yang berbeda?

Tentu saja berbeda rasanya karena akun real menggunakan uang asli sedangkan demo hanya menggunakan akun virtual atau uang-uangan. Namun hal tersebut adalah pernyataan dari orang yang belum begitu mengenal seluk beluk tentang forex dan tidak tahu membangun sebuah sistem trading.

Membangun psikologi bisa dilakukan dengan akun demo yaitu dengan cara mencari sistem trading yang paling baik menurut kenyamanan dan model pemahaman dari masing-masing trader. Jadi melatih psikologi trading dengan akun demo tidak sekedar bermain untuk mengembangkan akun dari $5000 menjadi $50000. Tentu saja hal tersebut tidak akan membangun psikologi trading sama sekali, namun justru akan membawa trader menjadi seorang g*mbler.

Melatih psikologi dengan akun demo adalah cara yang terbaik karena tidak memiliki resiko sama sekali. Dengan berlatih membangun sebuah sistem trading baik secara money management, membaca sinyal, belajar fundamental, dan akhirnya melakukan eksekusi adalah cara yang paling baik untuk membangun psikologi trading itu sendiri.

Ketika cara yang sedang dipelajari belum memberikan sinyal eksekusi yang benar baik itu dari manajemen keuangan, pembacaan sinyal dan sebagainya maka kondisi trader tersebut belum layak masuk ke dalam akun real karena pasti psikologi akan sangat bergejolak yang diakibatkan bukan dari akun demo atau real, tetapi ketidaksiapan trader dalam memahami atau membaca sebuah pergerakan harga.

Berlatih dengan akun demo tidak ada batasan waktu, sebelum trader itu betul-betul nyaman dengan sistem trading yang mereka gunakan dan mengetahui betul segala resiko dan reward dari tindakan tradingnya maka trader tersebut harus tetap bersabar dan berlatih terus menerus sambil membaca literatur sebagai bekal ilmu untuk mengembangkan sistemnya.

Membangun psikologi trading tidak hanya berbicara tentang membangun ketenangan diri, karena penguasaan diri tersebut akan terbentuk dengan sendirinya ketika seseorang sudah menemukan cara yang paling nyaman menurut dirinya.

Ketika melakukan trading dengan akun real tanpa bekal sistem yang baik dan mengalami kerugian, hal tersebut justru akan membuat orang menjadi down atau menganggap trading sebagai ajang perj*dian.

Padahal kalu ditilik ke belakang ternyata yang menjadi dasar kecemasan saat trading bukan masalah akun demo atau real. Tetapi karena pemahamannya saja yang masih kurang terhadap teknik trading forex itu sendiri.


Maka dari bagi pemula yang ingin belajar trading forex, jangan pernah putus asa dan tetap belajar melalui akun demo. Untuk menguasai cara trading forex itu memang butuh waktu yang lama, karena ini adalah kegiatan bisnis yang membutuhkan pengetahuan baik secara teknikal maupun fundamental. Semuanya itu tentu saja bisa dipelajari dengan sikap yang serius layaknya seorang mahasiswa yang sedang belajar untuk mendapatkan gelar dalam pendidikannya.

Sumber Gambar: www.pixabay.com



Kolom Komentar >>BukaTutup