12/07/2017

Dollar Tetap Konsisten Meskipun RUU Pajak & APBN Amerika Serikat Sedang Disorot

Tags
dollar tetap konsisten meskipun RUU dan APBN amerika serikat sedang disorot


Dollar konsisten kepada sejumlah pasangan mata uang lainnya di hari Rabu dalam kecemasan adanya kemungkinan penutupan operasional pemerintah Amerika Serikat untuk mengimbangi keyakinan terhadap kemajuan reformasi pajak.

Indeks dollar AS, yang menilai kemampuan greenback kepada perdagangan enam mata uang utama, tengah berada pada level harga 93,34 pada waktu 15.50 WIB sesudah mengalami penurunan pada level terendah hari ini di harga 93,13.

Para pemodal tetap konsisten berhati-hati hingga hari jumat untuk menghindari penutupan operasional pemerintah AS yang disebabkan oleh anggaran pemerintah (APBN) AS akan langsung terhenti jikalau parlemen gagal menempuh kesepakatan anggaran.

Dollar tetap konsisten ditunjang oleh optimisme bahwa Konggres AS akan meloloskan undang-undang reformasi pajak yang memberikan dorongan fiskal terhadap perekonomian.

Ekspektasi suku bunga yang tinggi juga mendorong permintaan dollar lebih banyak, dimana pemodal memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga oleh The Fed akan terjadi di pertemuan nanti tanggal 12-13 Desember mendatang.

Euro memperoleh sentuhan lebih rendah kepada dollar, dengan EUR/USD turun ke harga 1,1817.

Dollar melemah kepada pasangan safe haven yen, USD/JPY turun lebih rendah 0,36% menjadi 112,20.

Permintaan yen didorong oleh meningkatnya risiko geo politik sesudah presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai mengakui bahwa Yerusalem sebagai Ibu kota Israel di hari Rabu kemarin.

Pound mendapat tekanan lebih rendah, dimana GB{/USD mengalami penurunan sebesar 0,26% di level harga 1,3408 sesudah perdana menteri Inggris Theresa May gagal menempuh sebuah kesepakatan guna membuka diskusi perdagangan pasca-Brexit dengan Uni Eropa.

Pound juga terpukul oleh sebuah laporan dari agenda teroris yang telah gagal membunuh May.

Di daerah lain, dollar Australia turun lebih rendah, dengan AUD/USD menyusut 0,32% menjadi 0,7584, mendekati nilai terendah lima bulan terakhir di harga 0,7531 yang terjadi pada tanggal 21 November.

Data hari rabu memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Australia telah melambat sebesar 0,6% di kuartal ke tiga dari 0,9% kuartal sebelumnya dan kurang dari prediksi 0,7%. Belanja konsumen melemah juga membayangi prospek pertumbuhan, berdasarkan laporan tersebut.

Sumber Artikel: Investing.com



Kolom Komentar >>BukaTutup