10/04/2017

Bank Dunia Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Asia 2017 Akan Mencapai 6,4%

Bank Dunia Memperkirakan Pertumbuhan 0,64% untuk Asia Timur
Bank Dunia © www.Elshinta.com

Pada hari rabu ini 4 Oktober 2017, Bank dunia melakukan revisi terhadap perkiraan perkembangan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik khususnya pada negara berkembang menjadi 6,4 %, naik 0,2 % dibanding dengan angka sebelumnya  pada bulan April.

Data-data tersebut belum termasuk negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan. Angka pertumbuhan tertinggi dipegang oleh China dengan proyeksi naik 0,2 poin menjadi 6,7 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Bank Dunia dalam data update kondisi ekonomi Asia Timur dan Pasifik.

Berbarengan dengan semakin kuatnya permintaan domestik di kawasan negara maju, hal ini tentu saja sangat menguntungkan dan mendukung perekonomian di negara-negara berkembang di Pasifik dan Asia Timur. Pertumbuhan ekonomi di beberapa negara mengalami penguatan serta pemulihan pada harga komoditas yang moderat. Selain itu terjadi pemulihan terhadap pertumbuhan perdagangan secara global.

Tetapi dengan kondisi yang tidak kondusif antara Amerika dan Korea Selatan terhadap ancaman nuklir yang terus digencarkan oleh Pimpinan Kim Jong Un dianggap  sebagai faktor yang mungkin akan berdampak buruk terhadap potensi perbaikan ekonomi di kawasan tersebut.

Dari laporan yang sama, Pertumbuhan wisata dan ekspor negara Thailand mengalami pertumbuhan yang cepat dari prediksi bulan April lalu.

Sedangkan kondisi rebound pada sektor pertanian dan manufaktur sangat mendukung kondisi ekonomi Vietnam. Untuk Indonesia telah mengalami kenaikan data upah riil dan mendorong tingkat daya beli pada masyarakat.

"Potensi perkembangan ekonomi global yang relatif membaik sangat bagus untuk memberikan peluang baru bagi negara-negara berkembang dalam mengurangi risiko sambil melakukan reformasi yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang" Ungkap Sudhir Shetty, Kepala Bank Dunia bagian Ekonom di wilayah Asia Timur dan Pasifik.

"Meminimalkan tingkat risiko terhadap stabilitas beberapa sektor diantaranya sektor keuangan dan kemampuan daya saing, termasuk juga lewat integrasi regional yang lebih baik." kata Shetty

Dalam laporan tersebut, pertumbuhan negara China akan mengalami pertumbuhan menjadi 6,4% pada tahun 2018. Hal ini disebabkan oleh pergeseran investasi di negara China sehingga pertubuhan berbasis konsumsi cenderung berlanjut.

Beberapa negara yang termasuk sebagai negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik adalah Kamboja, Indonesia, China, Laos, Malaysia, Myanmar, Mongolia, Papua Nugini, Thailand, Philipina, Timor Leste, Vietnan dan negara-negara kepulauan pasifik.

Sumber Artikel: http://mainichi.jp



Kolom Komentar >>BukaTutup