1/25/2017

Cara Memahami Arah Trend Pergerakan Harga Forex

Sulit memahami sebuah arah trend dalam pergerakan harga forex memang sebuah hal yang biasa. Hal ini dikarenakan kita belum menemukan rule yang benar dalam membaca sebuah arah trend.


Setiap kali kita akan melakukan trading forex, biasanya yang dicari pertama kali adalah arah trend. Namun begitu kita melihat arah trend dari timeframe H1 sampai D1 terjadi perbedaan yang mencolok. Seperti H1 sedang naik dan H4 sedang turun, maka akhirnya kita bingung mana sebetulnya trend yang paling benar.

Pertanyaan tersebut sering diajukan oleh trader pemula seperti saya ini, ketika melihat pergerakan arah trend yang tidak sama antara timeframe H1 dan H4 akhirnya kita bingung dan mengambil keputusan yang salah dalam trading forex.

Terus bagaimana Cara memahami arah trend itu sendiri secara benar?

Pada kesempatan kali ini saya tidak akan berdebat tentang mana yang benar antara timeframe kecil atau timeframe besar yang lebih berpengaruh dalam mengatur sebuah pergerakan jangka panjang.

Dalam memahami timeframe kecil dan timeframe besar dalam pengaruhnya terhadap arah trend, saya akan menganalogikan sebagai berikut:

“Ibarat sebuah pipa paralon yang bisa kita bengkok-bengkok dengan dipanaskan terlebih dahulu hingga membentuk sebuah pola zigzag tidak beraturan, maka untuk menganalogikan sebuah arah trend adalah ketika pangkal paralon itu berada diatas ujung daripada paralon tersebut maka otomatis arah trend sedang terjadi penurunan atau downtrend begitu juga sebaliknya untuk posisi uptrend.

Jika kita masukan air kedalam paralon tersebut maka aliran air akan turun dari atas ke bawah karena sedang terjadi downtrend atau penurunan. Namun jika terjadi uptrend dengan pangkal pipa dibawah maka air harus disemprotkan ke atas hingga tercurah pada ujung paralon yang berada di atas.

Kemudian bagaimana kita menganalogikan timeframe besar dengan timeframe kecil? Dari pengandaian di atas tadi, saya menggambarkan bahwa timeframe besar adalah paralon itu sendiri, sedangkan timeframe kecil adalah air yang mengalir dalam paralon tersebut. Jadi meskipun timeframe kecil itu berputar-putar namun ia tetap bergerak dalam batasan dinding paralon dan mengalir ke bawah menuju ujung paralon tersebut (posisi downtrend)”.


Itu tadi gambaran singkat tentang analogi sebuah pergerakan antar timeframe. Dengan begitu maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dalam membaca arah trend yang benar adalah melihat timeframe yang lebih besar terlebih dahulu, karena itu merupakan acuan dasar yang akan kita pakai dalam melakukan trading forex. Baru setelah kita melihat arah trend di timeframe besar, barulah kita menunggu momen yang pas untuk masuk market melalui timeframe yang lebih kecil untuk menuju ujung timeframe yang lebih besar.

Sebagai contoh:
Apabila dalam timeframe D1 sudah terbaca bahwa trend sedang naik, maka posisi terbaik untuk masuk market adalah ketika terjadi jenuh jual pada timeframe H4 sehingga kita memperoleh harga yang lebih murah untuk kita beli dan akan naik mengikuti trend D1.

Itu tadi gambaran singkat bagaimana kita memahami sebuah pergerakan arah trend baik itu pada timeframe besar maupun timeframe yang lebih kecil. Dengan mengetahui arah trend dengan benar, maka diharapkan kita tidak melalukan banyak kesalahan dalam trading karena salah dalam mengambil posisi awal. Selamat belajar!

Artikel Menarik Lainnya:

Tips Membaca Peluang Dalam Trading




Kolom Komentar >>BukaTutup