1/25/2017

Momen Pembalikan Arah Downtrend Pada AUDUSD

Momen pembalikan arah menjadi downtrend pada pasangan AUDUSD menjadi perhatian banyak trader. Hal ini karena pergerakan harga AUD yang terus naik beberapa minggu terakhir sehingga orang akan menunggu momen koreksi atau pembalikan arah.

Data ekonomi AUD pagi ini kurang begitu menggembirakan karena telah terjadi penurunan nilai CPI empat bulanan dan Trimmed Mean CPI. Data fundamental ini mengakibatkan psikologi pasar mulai melakukan jual pada Dollar Australia pada sesi Asia tadi pagi.

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat kondisi secara teknikal, apakah buruknya data fundamental ini berdampak pada penurunan harga AUD hingga minggu depan?
pembalikan arah; cross deat; downtrend

Coba perhatikan gambar di atas, kita bisa melihat bahwa candlestick 4 jam terakhir sebelumnya telah terbentuk pola bearish candlestick dan berhasil menembus support 1. Kondisi ini terjadi pasca munculnya data ekonomi AUD tadi pagi.

Penembusan harga terhadap support 1 menurut saya akan memberikan sinyal bahwa jenuh beli akan terjadi. Indikator moving average akan berpotongan untuk memperkuat sinyal overbought pada pasangan mata uang ini.

Secara indikator RSI terlihat bahwa grafik RSI tersebut berada di level 50, sehingga ada muncul kemungkinan harga akan turun lebih dalam  untuk memberikan momen pembalikan arah menjadi downtrend pada AUDUSD kali ini.

Secara indikator MACD telah terjadi bearish divergence, sehingga sinyal tersebut mengindikasikan adanya momen untuk pembalikan arah beberapa hari ke depan. Secara indikator stochastic pun juga demikian ada kemungkinan harga jatuh karena momen bearish divergence yang diperlihatkan dari indikator ini.

Meskipun demikian tantangan berikutnya adalah menunggu apakah harga berhasil menembus support 2? Jika harga berhasil menembus harga support 2 tersebut maka kondisi downtrend akan lebih meyakinkan.

Kondisi saat ini sebetulnya belum begitu valid untuk masuk pasar, karena indikator moving average belum berpotongan dan harga belum berhasil menembus support 2 sebagai sinyal kuat terjadinya pembalikan arah dari uptrend menjadi downtrend.

Oleh karena itu konsekuensi yang harus saya tanggung adalah kemungkinan harga akan ter floating terlebih dahulu mengingat indikator stochastic oscillator telah mendekati jenuh jual. Saya hanya berharap harga tidak kembali naik melebihi nilai stop loss yang saya tetapkan. Meskipun harga ter floating naik turun asalkan harga tidak menembus resistance maka kemungkinan besar harga AUDUSD masih bisa turun menuju target yang telah saya tentukan.

Trading kali ini saya memakai timeframe H4 sebagai acuan dasar dalam mengambil kesimpulan. Dalam waktu 2-3 hari saya berharap harga bisa berhasil turun untuk menuju area support 3 sehingga hasil yang diharapkan dapat saya peroleh.

Itu sementara analisis saya dan open posisi saya terhadap pasangan mata uang AUDUSD. Untuk nilai target profit sendiri saya tidak akan menjadi patokan baku bahwa harga harus menyentuh target tersebut. Namun apabila dalam perjalanan trading ada berita fundamental atau kebijakan lain yang berdampak menguatnya harga AUD maka kemungkinan saya akan mengambil posisi cut profit untuk menjaga keuntungan yang sudah diperoleh.

Hal tersebut perlu saya lakukan mengingat di bawah harga sekarang masih ada area support dinamis yang dipengaruhi oleh moving average 100 dan 200. MA tersebut saya pakai untuk mengidentifikasi area support dinamis yang mungkin lepas dari jangkauan saya saat melakukan analisis menggunakan garis trendline maupun horisontal.


Memang dalam trading harus teliti, sehingga momen-momen sekecil apapun bisa menjadi perhatian seorang trader dalam menganalisis sebuah pergerakan harga. Untuk hasil trading kali ini entah itu loss atau profit akan saya tulis kembali dalam jurnal forex untuk memperkuat saya dalam mendalami sistem trading yang lebih baik. Selamat mencoba!



Kolom Komentar >>BukaTutup