1/22/2017

Kekuatan Pound Sterling Terhadap Dollar Amerika

Kekuatan harga pound sterling terhadap dollar Amerika masih menimbulkan tanda tanya hingga akhir penutupan market minggu ini. Setelah dihempaskan oleh dollar karena data Unemployment Claims, Philly Fed Manufacturing Index, Housing Start dan terpuruknya data Retail Sales bulanan England harga GBP sempat jatuh ke harga 1.2260, akan tetapi harga GBP kembali bangkit hingga penutupan pasar Amerika di harga 1.2370.


Secara teknikal, trend harga GBP kembali bangkit setelah terpuruk dari pertengahan bulan desember tahun lalu. Dari gambar di atas dapat terlihat bahwa terjadi upaya untuk menguji resistance 1 sebagai wujud kebangkitan pound sterling terhadap dollar Amerika.

Keraguan atas kebijakan presiden baru Amerika Serikat Donald Trumb ikut andil dalam mempengaruhi psikologi market. Dengan kebijakan yang mengundang kritikan keras dari para demonstran akhirnya membuat para spekulan meninggalkan sejenak dan beralih ke mata uang lainnya yang lebih aman.

Setelah kemarin kita membahas tentang uji kekuatan fundamental terhadap analisis teknikal:

Artikel Menarik Lainnya:

Adu Kekuatan

Data Fundamental

dan Teknikal


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kekuatan pound sterling terhadap dollar Amerika secara teknikal.

Melihat keterangan gambar diatas terlihat bahwa harga tidak berhasil menembus support sebelumnya di harga 1.2370 (Lihat gambar: support). Kondisi ini kembali menambah keyakinan bahwa harga pound sterling akan naik untuk menguji resistance 1.

Secara indikator moving average tampak sekali bahwa harga sedang dalam kondisi uptrend, dan belum lama sebelumnya telah terjadi jenuh jual di pertengahan bulan ini ditandai dengan perpotongan moving average.

Melihat kondisi indikator RSI yang masih berada diatas level 50 juga memberi kemungkinan harga untuk mencari harga tertingginya hingga terjadi jenuh beli di resistance 1 atau resistance 2.

Peluang Trading Minggu Depan.

Secara teknikal kondisi market saat ini memberikan sinyal bahwa harga akan kembali naik menguji resistance 1. Untuk itu peluang trading untuk minggu depan adalah menunggu tertembusnya resistance 1 dengan penutupan candlestick di atas level tersebut.

Jika hal ini terjadi maka ada kemungkinan harga kembali naik menuju ke resistance 2 guna mencapai keseimbangan harga. Peluang kenaikan harga dari resistance 1 ke resistance 2 adalah peluang untuk mengambil profit dengan melalukan posisi BUY  pada pasangan mata uang GBPUSD minggu depan.

Untuk menjaga tingkat resiko yang lebih ketat maka bisa diletakkan posisi stop loss di bawah level support sebelumnya. Jika harga berhasil naik mendekati resistance 2 maka posisi stop loss bisa dirubah mendekati posisi beli  yaitu di bawah resistance 1.

Pengendalian resiko perlu dilakukan mengingat keberhasilan trading terletak dari kepintaran kita mengatur resiko yang mungkin terjadi. Dengan ketelitian dan kesabaran dalam mengambil momen serta mengatur money management tentu saja akan memberikan peluang lebih besar terhadap peningkatan equity balance kita.

Peluang Menunggu Momen.

Ketika harga tidak berhasil menembus resistance 1, maka momen lainnya adalah melihat pergerakan harga hingga menembus harga support  sebagai sinyal pembalikan arah. Untuk memastikan posisi sell dengan baik, maka sebaiknya kita menunggu momen yang lebih bagus yaitu terjadinya perpotongan pada indikator moving average sebagai sinyal pembalikan arah trend.

Itu tadi beberapa peluang trading GBPUSD minggu depan. Menunggu momen terbaik dengan memperhatikan tingkat resiko yang ada maka hal tersebut akan melatih diri kita menjadi seorang trader profesional. Memperhatikan munculnya data serta kebijakan ekonomi minggu depan menjadi hal penting yang harus dilakukan sebagai seorang daily trader jangka menengah.



Kolom Komentar >>BukaTutup