1/19/2017

Bermain Jangka Pendek Di Timeframe H1

Bermain trading dalam jangka pendek di timeframe H1 memang menjadi favorit banyak trader. Hal ini karena waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target relatif lebih pendek dan bisa dilakukan tiap hari sebagai daily trader.

trading jangka pendek; main di timeframe h1

Timeframe H1 menjadi alternatif trading dengan jangka pendek. Banyak trader yang memakai timeframe ini karena sifatnya yang cepat dalam mencapai target dan bisa dilakukan setiap hari. Pada kesempatan ini saya ingin mencoba memberikan gambaran trading menggunakan timeframe H1.

Indikator yang dipakai dalam trading kali ini masih sama yaitu moving average, zigzag dan indikator oscillator yaitu rsi, macd dan stochastic oscillator.

Dari gambar di atas bisa dilihat bahwa kondisi bearish divergence telah terbentuk dari indikator macd. Dengan munculnya harga tertinggi baru lebih tinggi dari harga tertinggi sebelumnya pada grafik candlestick sedangkan pada indikator macd terjadi sebaliknya maka ada kemungkinan harga akan turun menuju support di bawahnya.

Momen untuk melakukan sell ini menjadi lebih jelas ketika harga berhasil menembus batas bawah pada garis trend line (lihat gambar break out). Break out ini memberi sinyal bahwa kekuatan market mulai pudar untuk melakukan beli dan berbalik turun untuk aksi jual.

Pertimbangan berikutnya adalah indikator oscillator sendiri yaitu pada macd batang histogram mulai lepas dari garis macd. Pada indikator rsi secara nyata memang belum memberikan penembusan pada level 50 dan sedang melakukan konsolidasi sehingga ada keraguan sedikit untuk melakukan aksi sell. Keraguan tersebut bisa ditutup dengan munculnya persilangan pada indikator stochastic oscillator yang mengarah ke bawah sebagai indikasi harga akan turun.

Dengan munculnya berita USD yang bersifat positif namun tidak memberikan nilai yang ekstrim maka hal tersebut memberi dorongan market untuk melakukan jual pada jangka pendek di pasangan mata uang AUDUSD pada timeframe H1 malam hari ini.

trading jangka pendek; bermain di h1

Setelah melakukan aksi jual pada timeframe H1 tadi malam, harga justru merangkak naik. Kenaikan ini diakibatkan konsolidasi harga sementara hingga  menyentuh garis trend line dibawah (lihat gambar 2). Setelah harga tidak berhasil menembus resistance diatas maka harga kembali turun hingga menyentuh target profit.

Peristiwa ini tentu saja memberikan pelajaran baru pada saya dalam melakukan trading forex. Meletakkan stop loss menjadi penting untuk mengantisipasi pergerakan harga yang terjadi diluar prediksi. Batas maksimal stop loss ideal yang bisa diterapkan adalah harga tertinggi sebelumnya dengan memberi selisih beberapa pips untuk ruang gerak spread yang ada.

Dalam kasus trading kali ini, pola bearish divergence mampu memberikan profit dalam jangka pendek di timeframe H1. Dengan memadukan antara indikator moving average dan zigzag serta indikator oscillator lainnya mampu memberikan gambaran yang lebih jelas dalam memprediksi arah pergerakan harga.

Menjadi daily trader memang gampang-gampang susah. Di satu sisi kita bisa memperoleh hasil dalam rentang waktu yang lebih cepat, namun dengan seringnya keluar masuk pasar justru semakin memperbesar tingkat resiko kerugian.

Oleh sebab itu ketika melakukan trading di timeframe apapun, hal yang paling penting adalah mengukur tingkat kerugian dengan balance yang kita miliki. Jangan sampai resiko yang harus ditanggung jauh lebih tinggi hingga mengancam saldo kita sendiri.


Beberapa kali saya selalu mengingatkan bahwa bisnis forex adalah bisnis real yang harus dikelola secara benar baik sistem trading maupun money management. Oleh sebab itu jangan terlalu bernafsu agar cepat memperoleh hasil yang besar dalam waktu singkat, karena hal tersebut akan membuat trading kita akan semakin beresiko dan berakibat kerugian.



Kolom Komentar >>BukaTutup