10/07/2016

Cara Menentukan Stop Loss Dalam Trading Forex


Melihat pergerakan GBP pada sesi Asia hari ini 6 Oktober 2016, banyak trader yang tidak menyangka bahwa pergerakan GBP bisa merosot begitu tajam. Banyak sekali yang mengeluh  terkena margin call karena tidak meletakan stop loss pada open posisinya. Ketika margin call itu sudah terjadi, maka trader tersebut baru sadar bahwa meletakan stop loss adalah hal penting yang harus dilakukan dalam trading forex.

Awal mulanya stop loss dianggap sebagai alat yang merugikan karena akan membatasi potensi profit seseorang. Hal ini didasarkan pada pengalaman yang mereka alami sebelumnya, sehingga mereka bisa mengatakan bahwa dengan meletakan stop loss pada titik tertentu,  akan membuang peluang profit yang sudah mereka prediksikan sebelumnya, karena mereka menganggap bahwa pada dasarnya harga akan bergerak naik turun dan akhirnya menyentuh target profit yang sudah mereka tentukan. Namun sebetulnya mereka lupa atau sedang  mengesampingkan realita bahwa dalam trading forex tidak ada yang pasti, bisa saja harga berbalik arah menuju target profit yang sudah mereka tentukan sebelumnya atau justru muncul kemungkinan lainya yaitu harga akan jauh bergerak meninggalkan target profit. Kemungkinan resiko terberat dari floating negatif tersebut yang tidak memiliki nilai batas maksimal adalah terjadinya margin call pada akun mereka.

Seperti yang telah di bahas pada artikel sebelumnya bahwa faktor terpenting dalam hasil trading secara keseluruhan dalam waktu tertentu adalah bagaimana kita menerapkan money management yang betul serta memikirkan nilai resiko dan reward yang akan kita peroleh apabila kita mengambil keputusan untuk melakukan open posisi.

Dengan mengikuti aturan money management yang betul, maka tentu saja tindakan tersebut akan meminimalkah resiko terjadinya margin call pada akun kita. Selain itu dengan mengatur money management secara benar dalam hal ini nilai resiko dan rewardnya, maka apabila terjadi kerugian dari satu open posisi yang telah kita lakukan, kita masih ada kesempatan lain untuk membenahi akun dan menambah kembali pundi-pundi profit yang telah kita kumpulkan.

Dengan tidak meletakannya stop loss dalam trading kita, maka akan muncul kemungkinan besar bahwa profit yang telah kita peroleh akan ludes terseret oleh satu  open posisi yang memiliki hasil mines yang sangat jauh nilainya dibanding hasil profit yang telah kita kumpulkan. Apabila hal ini terjadi maka kemungkinan trader tersebut akan merasa frustasi dan menganggap trading merupakan bisnis yang tidak pasti, lebih cenderung beresiko tinggi dan merugikan.

Pertimbangan Resiko dan Reward.


Dalam melakukan trading forex, sebetulnya kita diberi keleluasaan dalam menentukan resiko dan reward yang akan kita tanggung maupun kita terima. Nilai ini tidak terikat oleh apapun dalam artian kita bebas seberapa maksimal resiko yang sanggung kita tanggung dan seberapa maksimal reward yang sanggup kita terima. Namun tentu saja semuanya itu harus melihat range support dan resistance yang ada serta sistem trading yang kita lakukan, apakah scalping, daily trading, atau swing trading.

Artikel Menarik Lainnya:

Cara Menentukan

Support dan Resistance


Sistem trading yang kita lakukan sangat berpengaruh terhadap nilai resiko dan reward tersebut, hal ini karena sistem trading tersebut berhubungan dengan rentang waktu dalam kita melakukan aktifitas trading.

Dalam menerapkan sistem money management yang betul, tentu saja kita akan melihat dari tingkat resiko dan reward yang bisa kita peroleh dari satu open posisi  yang kita lakukan. Resiko dan reward ini bisa kita setel atau tentukan sejak awal dengan meletakkan stop loss dan target profit .

Kembali mengingat sistem money management yang sudah di bahas pada artikel lainnya, bahwa setiap open posisi yang kita lakukan, hendaknya memberikan peluang resiko dan reward minimal sebesar 1:1, apabila nilainya lebih kecil dari angka tersebut maka sebaiknya kita mengurungkan niat untuk open posisi dan mengambil sikap untuk menunggu moment yang lebih tepat. (Baca: Rumus Sederhana Menerapkan Money Management).

Menunggu moment yang tepat akan terasa lebih bijaksana dibandingkan dengan memakasakan masuk market dengan tingkat resiko yang jauh lebih besar dari peluang profit yang kita peroleh. Ketika floating negatif terjadi dengan resiko yang jauh lebih besar maka akan mengakibatkan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu seperti melakukan cut loss dengan nilai kerugian yang jauh lebih besar dari profit yang kita miliki.

Sebetulnya teori tentang money management sudah sering kita dengar dan pelajari melalui artikel-artikel di internet, namun terkadang trader melupakan hal tersebut, sehingga ketika terjadi kesalahan dalam melakukan open posisi maka trader tersebut justru akan melakukan hal-hal yang semakin memperparah kondisi trading dengan melakukan serangkaian open posisi dengan ukuran lot yang tidak sesuai dengan besaran akun yang dimiliki. Kondisi tersebut tentu saja akan merusak money management yang sudah disusun secara rapi sebelumnya. Hasil akhir dari tindakan yang tidak terukur ini kebanyakan akan berakhir dengan margin call.

Cara Menentukan Stop Loss.


Dalam menentukan stop loss di trading forex tidak ada cara yang baku dan tertulis secara pasti, hal ini mengingat pergerakan harga yang tidak pasti dan semua tergantung dari kemauan pasar atau market. Namun secara umum cara untuk menentukan nilai stop loss yang banyak dilakukan oleh para trader profesional adalah mencari titik atau area support dan resistance terdekatnya.

Kenapa harus mencari area tersebut, karena nilai atau kawasan support dan resistance adalah kawasan yang memiliki kemungkinan besar terjadinya break maupun break out, sehingga trader profesional akan mengambil area tersebut sebagai batas maksimal nilai kerugian yang sanggup mereka ambil, tentu saja hal itu juga harus mempertimbangkan nilai besaran lot dan akun yang mereka miliki.

Ketika sudah menemukan area support dan resistance maka perlu mengambil beberapa jarak atau pip mengingat dalam trading forex ada selisih harga beli dan jual yang disebut sebagai spread. Dengan mengambil beberap pip untuk menyesuaikan dengan spread pasangan mata uang tersebut, maka diharpakan batas stop loss tersebut merupakan batasan yang maksimal serta ideal dalam trading kita.


Alat Pencari Area Support dan resistance


Dalam menentukan area support dan resistance sendiri kita sudah diberi fasilitas yang memadahi dalam metatrader 4 yaitu diantaranya garis trendline dan garis horisontal, fibonacci retracement, pivot point, serta indikator moving average. Dalam perkembangannya sekarang ini banyak sekali indikator yang sudah dimodifikasi untuk memberikan gambaran tentang area support dan resistance tersebut. Indikator tersebut bisa kalian cari di forum seperti mql5.com dan lain sebagainya. (Baca: Cara Memasang Indikator Eksternal Pada Metatrader 4).

Peristiwa hari ini dengan muculnya pergerakan ekstrim pada matauang GBP, cukup memberikan peringatan pada kita bahwa meletakan stop loss pada setiap open posisi merupakan hal yang sudah benar dan hal tersebut sangat penting dan perlu kita lakukan sehingga akun kita terhindar dari kerugian yang parah seperti margin call. Hal tersebut juga memberikan gambaran kepada kita bahwa sebaik apapun sistem trading kita, serta indikator yang kita gunakan namun tidak didukung dengan sistem money management yang betul, rapi dan teratur maka dampak paling parah yang bisa terjadi adalah habisnya dana kita pada akun trading kita.



Kolom Komentar >>BukaTutup