7/26/2016

Jurnal Trading NZDUSD 25-26 Juli 2016

Hari ini tanggal 25 Juli 2016, saya mencoba untuk menganalisis pergerakan harga dari pasangan mata uang NZDUSD. Seperti biasanya sebelum saya melakukan open posisi, maka saya akan melakukan analisis secara teknikal terlebih dahulu. Hal ini saya lakukan untuk menambah keyakinan saya dalam bertrading forex agar tidak terjadi tekanan psikologi yang berlebihan setelah open posisi.

Dalam analisis, saya selalu mengawalinya dengan melihat grafik pada timeframe yang panjang seperti timeframe D1. Alasan timeframe yang lebih panjang saya gunakan untuk analisis awal adalah agar apabila terjadi floating masih bisa bergerak atau mengikuti range atau batas-batas dari timeframe panjang tersebut seperti suppor dan resistancenya.

Baik, Dibawah ini saya sudah mempersiapkan grafik NZDUSD di timeframe D1 yang akan saya analisis secara teknikal. Grafik tersebut dapat dilihat pada skema bagian timeframe D1.

Dari keterangan gambar tersebut terlihat bahwa EMA 8 dan 21 sudah berpotognan, hal tersebut mengidentifikasikan bahwa arah trend NZDUSD saat ini adalah sedang turun secara jangka panjang atau timeframe D1. Patokan trend ini menjadi pegangan saya untuk menganalisis pada timeframe dibawahnya. Namun dalam setiap perjalanan tren turunnya NZDUSD pasti akan mengalami yang namanya koreksi sementara.

Dalam kasus ini saya melihat bahwa pergerakan NZDUSD sedang turun namun akan mengalami koreksi dalam waktu dekat, hal ini saya simpulkan dari indikator Stochasctick yang sudah masuk area jenuh jual dan RSI mendekati level 30. Pada analisis ini, indikator oscillator hanya saya gunakan sebagai pendeteksi area jenuh beli dan jenuh jual, bukan sebagai alat untuk mendeteksi arah trend. Sedangkan untuk mendeteksi arah trend saya tetap menggunakan indikator standarnya yaitu moving average.

Dalam mengambil moment koreksi ini tentu saja harus berhati-hati, maka dari itu saya akan melihat grafik pada timeframe di bawahnya yaitu H4 untuk mempertegas analisis saya.

Di bawah ini saya sudah mempersiapkan gambar grafik NZDUSD pada timeframe H4 seperti yang terlihat pada skema dengan beberapa keteranga singkat.

USD ini sedang konsolidasi untuk koreksi atau justru lanjut turun kebawah. Setelah saya perhatikan dengan seksama, terlihat bahwa indikator RSI dan Stochastick sudah menyentuh area jenuh jual, dan harga tidak bisa menembus lagi.

Apabila saya perhatikan candlestick sebelumnya, area ini adalah area support yang cukup kuat karena ada beberapa kali harga tidak berhasil menembusnya dan mantul ke atas. Saya juga melihat bahwa setelah RSI dan Stochastick menyentuh jenuh jual candlestick setelahnya berada di atas harga jenuh tadi, dan indikator MACD juga menunjukan bentuk lengkung antara batang histogram dan garis sinyalnya.

Dari indikator moving average saya melihat setelah adanya perpotongan EMA 8 dan 21, disitu terlihat harga sudah berjalan turun cukup lumayan jauh dengan beberapa koreksi yang tidak berhasil menembus EMA 8. Hal ini menambah keyakinan saya bahwa harga akan terjadi koreksi dalam jangka pendek.

Melihat indikator moving average yang belum berpotongan, masih membuat saya belum yakin akan moment yang tepat untuk melakukan buy, maka dari itu saya membuka kembali grafik NZDUSD pada timeframe H1 untuk melakukan ekskusi buy.
Dari grafik tersebut saya melihat bahwa RSI sudah berhasil menembus level 50 dari bawah, kemudian stochastick juga menembus level 50 dari bawah. Sedangkan indikator MACD menunjukkan batang histogram yang pendek dan belum menunjukkan sinyal pergeakan yang kuat.

Harga saat ini telah berhasil menembus EMA 8 dan 21, hal tersebut juga menambah keyakinan saya bahwa harga akan naik sementara menuju resistance seperti pada garis horisontal merah di gambar tersebut di atas.

Dari analisis diatas saya mengambil kesimpulan:

Sinyal Positif yang membuat yakin:

  • Harga di D1 sedang trend turun namun akan terjadi koreksi melihat indikator RSI dan Stochastick yang mendekati area jenuh jual.
  • Harga di H4 akan terjadi koreksi dengan melihat indikator RSI dan Stochastick sudah menyentuh area jenuh jual dan harga setelahnya cenderung berada diatasnya.
  • Area jenuh jual di H4 merupakan area support kuat dengan melihat candlestick jauh sebelumnya yang tidak berhasil menembus area support tersebut.
  • MACD di H4 sudah membentuk pola melengkung dan garis sinyal MACD sudah lepas dari batang histogram.
  • Harga di H1 sudah berada diatas indikator EMA 8 dan 21, dan indikator tersebut mencerminkan akan segera berpotongan.
  • Dari situasi ini saya mengambil kesimpulan untuk melakukan posisi BUY.


Sinyal Negatif yang mebuat perlu berhati-hati:

  • EMA 8 dan 21 pada timeframe D1 belum lama berpotongan menandakan trend turun yang kuat.
  • EMA 8 dan 21 pada timeframe H4 belum berpotongan yang akan menandakan terjadinya pembalikan arah.
  • MACD pada timeframe H1 relatif pendek dan tidak menunjukkan pergerakan harga yang kuat untuk naik.

Saya menyadari bahwa dalam trading forex tidak ada yang pasti, maka dari itu saya selalu meletakan stop loss untuk menjaga kerugian yang lebih besar. hal ini juga didasari dari sinyal negatif yang membuat saya harus berhati-hati.

Dari analisis diatas saya tetap berkeyakinan harga akan koreksi untuk sementara waktu, maka dari itu saya tetap melakukan open posisi BUY dengan target profit dan stop loss seperti pada gambar Open Posisi:

Dari gambar tersebut, saya sudah melakukan open posisi dengan stop loss -53 pip dan target profit +51 pip dengan perbandingan resiko dan reward sebesar 1:1.

<------------>

Setelah menunggu 1 malam maka hasil dari trading saya kali ini adalah tercapai traget profit sebesar +51 pip, seperti yang terlihat pada gambar hasil trading.

Dari hasil tersebut di atas saya menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
  • Open posisi saya harus bergerak floating mines 1 malam, hal ini untuk memperkuat psikologi saya ketika terjadi floating mines saya harus tetap tenang karena semua sudah di analisis dan open posisi saya sudah menerapkan money management yang saya atur sebelumnya.
  • Range pergerakan jangka panjang harus tetap menjadi perhatian dalam menentukan stop loss dan target profit.
  • Jangan terlalu panik untuk melakukan averaging ketika harga terfloating mines untuk menjaga money managemant yang sehat.


Salam Profit Taking!



Kolom Komentar >>BukaTutup