7/29/2016

Jurnal Trading AUDUSD 28 Juli 2016

Hari ini saya akan menyusun kembali jurnal trading AUDUSD tanggal 28 Juli 2016 untuk bahan evaluasi dan pemantapan materi dalam melakukan analisis teknikal. Seperti biasa sebelum melakukan open posisi, saya selalu membuka grafik pada timeframe yang lebih besar yaitu timeframe D1. Timeframe ini saya pilih karena timeframe D1 sangat ideal untuk melakukan analisis dalam jangka waktu yang tidak terlalu jauh dan bisa digunakan untuk trading harian. Gambar dari pergerakan harga AUDUSD menurut timeframe D1 dapat dilihat pada gambar di bawah bagian timeframe D1:

Dalam jurnal trading ini saya akan mengawalinya dari langkah pertama melakukan analisis. Tehnik yang saya pakai dalam melakukan analisis adalah menggunakan cara tehnikal analisis yaitu berdasarkan pada sinyal-sinyal indikator.

Indikator yang saya pakai disini adalah indikator oscillator dan indikator trend serta menambah garis horisontal dan garis trendline untuk menentukan area support dan resistance. Indikator oscillator yang saya pakai adalah RSI, Stochastick Oscillator dan MACD, sedangkan indikator trend yang saya pakai adalah moving average ekponensial 8 dan 21.

Jurnal trading adalah rangkaian kegiatan yang saya lakukan dari awal hingga akhir dalam aktivitas trading sehari-hari. Langkah awal yang saya lakukan setelah membuka timeframe D1 adalah memberi keterangan-keterangan singkat untuk mempermudah saya dalam melakukan analisis. Hasil dari kegiatan memberikan keterangan pada grafik bisa dilihat pada gambar diatas.

Dari gambar grafik diatas, saya melihat ada hal atau tanda yang menarik dari indikator yang saya pakai. Tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut:

  • RSI berada di level 50. Level 50 adalah level tengah dari nilai range antara jenuh jual dan jenuh beli dari indikator RSI. Ketika harga berada pada posisi level ini, maka akan muncul dua kemungkinan dengan bobot yang sama yaitu harga akan naik atau turun. Sehingga situasi ini belum bisa dipakai untuk pedoman dalam melakukan open posisi.

  • Harga tidak berhasil menembus garis trendline yang dibawahnya. Dari gambar terlihat bahwa harga tidak berhasil menembus garis trendline dibawahnya yang merupakan garis support terdekat saat itu. Saya membentuk area support pada garis trendlie ini dengan menarik dari posisi harga higher low ke lower low berikutnya. Secara psikologi situasi ini memberikan gambaran bahwa market masih dominan untuk melakukan buy. Hal ini dipertegas lagi dengan penutupan harga hari kemarin yang masih berada diatas garis trendline tersebut.

Kesimpulan awal setelah melakukan analisis pada timeframe D1 adalah harga belum berhasil menembus support dan bila dilihat penutupan harga kemarin masih diatas support maka secara psikologi market masih dominan untuk melakukan aksi Buy.

Untuk melengkapi data dalam menulis jurnal trading ini, maka saya melanjutkan pada timeframe lebih rendah dibawahnya yaitu timeframe H4. Dari grafik timeframe H4 saya menemukan sinyal yang lebih kuat untuk melakukan eksekusi atau open posisi. Untuk lebih jelasnya saya sudah mempersiapkan gambar dari AUDUSD pada timeframe H4. Gambar dari grafik AUDUSD timeframe H4 dapat di lihat pada gambar di bawah bagian timeframe H4:

Dari grafik AUDUSD timeframe H4 tersebut saya melihat ada beberapa sinyal yang lebih kuat dan memberikan informasi lebih jelas untuk dasar melakukan open posisi, sinyal tersebut adalah sebagai berikut:

  • RSI berada di atas level 50. Seperti pada awal pembahasan tadi di timeframe D1 bahwa level 50 adalah level tengah yang membatasi situasi psikologi market untuk melakukan aksi jual atau beli. Bila dilihat dari timeframe H4 RSI berada diatas level 50, hal ini menunjukan ada kemungkinan harga untuk naik ke atas beberapa pip untuk menguji resistance terdekat diatasnya. Kalau saya lihat pada gambar tersebut, RSI baru saja mendekati area jenuh jual dan berbalik keatas menembus level 50 sehingga situasi ini memberikan sinyal kuat bahwa market masih dominan untuk melakukan aksi buy.

  • Stochasctik keluar dari area jenuh jual. Sama seperti pada timeframe D1 bahwa indikator stochastick oscillator sudah keluar dari area jenuh jual dan berhasil naik menembus level 50. Hal ini menunjukan bahwa secara psikologi market masih dominan untuk melakukan buy. Sifat stochastick lebih cenderung untuk bergerak lebih cepat dari indikator RSI dan apabila posisi jenuh jual terjadi secara bersamaan antara stochastick dan RSI maka sinyal yang diberikan akan lebih kuat. Maka dari itu sinyal jenuh jual dalam kasus ini memberikan sinyal yang lebih kuat karena stochastick dan RSI berada pada area jenuh jual secara bersamaan.

  • Indikator EMA 8 dan 21 berhasil berpotongan. Indikator moving average tergolong dalam kelompok indikator trend dan moment pembalikan arah trend ditandai dengan perpotongan antara EMA 8 dan 21. Dari gambar di atas terlihat bahwa EMA 8 dan 21 sudah terjadi perpotongan, maka ada kemungkinan harga untuk naik ke atas menuju resistance di atasnya.

  • Penutupan harga di atas Support. Seperti terlihat pada gambar bahwa area support dan resistance di peroleh dari garis bantu yaitu garis horisontal dan garis trendline. Posisi support terdekat pada saat itu adalah garis trendline yang menghubungkan titik higher high to Lower high seperti terlihat pada gambar. Garis trendline tersebut tadinya berfungsi sebagai resistance, karena berhasil tertembus maka sekarang berfungsi sebagai support. Bila dilihat pada gambar maka terlihat bahwa penutupan harga pada saat harga menyentuh area jenuh jual tidak berhasil menembus garis trendline sebagai support. Kondisi ini memberi gambaran bahwa psikologi market masih dominan untuk melakukan buy.

Itu tadi hal-hal yang saya lihat pada grafik AUDUSD pada timeframe D1 dan H4. Secara garis besar posisi indikator memberikan sinyal yang menggambarkan bahwa kondisi psikologi market masih kuat untuk melakukan buy. Namun untuk melanjutkan jurnal trading, maka saya akan melihat grafik di timeframe H1 sebagai tempat untuk melakukan eksekusi atau open posisi. Gambar AUDUSD pada timeframe H1 bisa dilihat pada bagian timeframe H1:

Dari gambar di atas, saya melihat bahwa sudah terjadi perpotongan indikator EMA dan sedang terjadi koreksi dengan munculnya candlestick bearish. Hal ini memberi kesempatan saya untuk melakukan BUY. Munculnya candlestick bearish memberikan posisi harga yang lebih rendah sehingga apabila dilakukan posisi buy maka nilai atau jarak stop loss dengan harga open posisi akan lebih pendek. Dengan meminimalkan jarak antara harga open posisi dengan posisi stop loss akan mempermudah dalam mengatur resiko dan reward.

Pada tarding kali ini saya melakukan posisi BUY pada posisi harga 0,7511 dengan stop loss pada harga 0,7451 (-50pip) dan target profit pada harga 0,7535 (+24pip). Dari nilai open posisi tersebut saya melakukan trading dengan resiko dan reward 2:1 atau tingkat resiko yang lebih besar dari reward yang akan saya peroleh. Posisi resiko dan reward ini saya ambil karena saya melihat peluang kuat kemungkinan harga naik hingga mendekati resistance di atasnya.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya harga naik sesuai dengan analisis. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar AUSDUSD bagian hasil trading di bawah:

Dari gambar hasil trading terlihat bahwa harga naik mencapai 0,7548. Secara teori harga akan menyentuh target profit yang sudah diatur sebelumnya yaitu pada harga 0,7535. Namun dalam kenyataannya saya melakukan aksi cut profit pada harga 0,7525 dengan nilai keuntungan 14 pip karena faktor tekanan psikologi.

Dari trading ini ada beberapa kesimpulan yang bisa saya ambil untuk melengkapi jurnal trading yaitu sebagai berikut:

  • Tekanan psikologi merupakan faktor pengganggu yang mempengaruhi jalannya sistem trading yang sudah diatur. Maka dari itu untuk langkah trading berikutnya harus bisa mengatur atau mengalihkan perhatian agar tidak terganggu oleh tekanan psikologi yang berlebihan.

  • Dalam Menentukan target profit belum mempertimbangkan posisi resistance secara cermat. Hal ini mengakibatkan keraguan dalam menghadapi pergerakan harga yang naik turun yang seakan tidak menentu. Sebagai bahan evaluasi, maka untuk trading selanjutnya akan meniliti lebih cermat lagi posisi support dan resistance yang lebih ideal untuk meletakkan posisi stop loss dan target profit. 

  • Masih berfokus pada profit yang sudah ada, bukan menjalankan sistem yang sudah direncanakan sejak awal. Dalam tahap membangun sistem trading sebaiknya membiarkan harga bergerak sesuai kemauan pasar sambil mengamati karakter pergerakan dan mencermati indikator yang di pakai, sehingga bisa mengambil kesimpulan yang lebih matang dalam membangun sistem trading tersebut. 

Jurnal trading kali ini memberikan beberapa tambahan ilmu bagi saya dalam membangun sistem trading yang profitable. Dari awal analisis hingga mengambil posisi buy dan menunggu hasil trading, memberikan pengalaman yang bermanfaat sekali untuk menguasai sistem trading yang akan saya bangun. Semoga melalui jurnal trading ini saya semakin lebih tenang dalam menghadapi harga yang sedang terfloating, serta mengatur money management yang lebih teratur agar bisa memberikan dampak positif atau perkembangan akun saya dalam jangka waktu tertentu.

Itu tadi hasil trading yang saya susun dalam bentuk jurnal trading, semoga jurnal trading ini bisa bermanfaat juga bagi teman-teman yang membacanya. Segala kelebihan dan kekurangan dari trading yang saya lakukan ini bisa kita diskusikan melalui kolom komentar di bawah ini.



Kolom Komentar >>BukaTutup